Krzysztof Piatek Tak Pernah Latihan Serius di AC Milan

Juru tak-tik AC Milan, Gennaro Gattuso, mengungkap strikernya, Krzysztof Piatek, jarang latihan serius bareng Rossoneri. Dia mengatakan jika Piatek setingkat lebih senang mencari tahu pergerakan calon musuhnya.

Piatek jadi sensasi di Serie A Italia kampanye musim ini. Genoa tim perdana yang mendatangkannya dari tim Polandia, Cracovia. Dalam 19 laga bareng Il Grifone, striker berusia 23 tahun ini mencatat 13 goal.

Kegarangan Piatek ini yang membikin AC Milan rela menjual Gonzalo Higuain menuju Chelsea. Keputusan klub dari kota mode ini membuahkan hasil manis. Piatek mencatat 7 goal di dalam 6 laga pertama bersama jersey Rossoneri.

“Piatek sudah adaptasi dengan amat bagus serta berlatih dengan keras, namun ia bukanlah pemain yang menonjol di dalam pelatihan. Ia memegang situasi dirinya sendiri, namun tak berbuat banyak pelatihan. Ia jauh setingkat lebih praktis, memusatkan perhatian di hal-hal vital serta senang menguji gerakan, 2 ataupun 3 hari sebelum laga, ” tutur Gattuso
pada Soccerway.

“Piatek amat berminat di dalam penelitian serta hadir guna bertanya pada staf mengenai karakteristik semua pemain bertahan lawan, ” sambung Gattuso.

AC Milan sendiri sekarang ada pada peringkat 4 klasemen sementara Serie A. Rossoneri cuma terpaut 2 poin dari Inter Milan yang ada pada atas mereka.

Gattuso Klaim AC Milan Tidak Pernah Krisis

Manajer AC Milan, Gennaro Gattuso, mengatakan bahwa skuatnya tak menderita krisis sehabis unggul 3-1 melawan Chievo dalam laga matchday ke-8 Serie A musim ini, Minggu (7/10).

Hat-trick AC Milan dilesakkan oleh Gonzalo Higuain saat laga sudah berjalan hingga menit ke-27 serta 33 dan Giacomo Bonaventura (55).

Sedangkan satu-satunya gol Chievo Verona dilesakkan oleh Sergio Pellissier saat laga sudah berjalan hingga menit ke-62.

Gennaro Gattuso menyatakan bahwa AC Milan senantiasa main bagus di tiap-tiap minggu, walau hanya unggul 2 kali.

“Penampilan AC Milan senantiasa baik, namun team saya cuma tidak begitu mendapat hasil positif saja. Performa paling buruk kami malah ketika menghadapi Olympiacos di ajang Liga Europa, ” tutur Gattuso.

Menurut Gattuso, Higuain dkk main tidak perfect, namun ia cukup senang.

“Hari itu team saya berbuat blunder serta memberi gol, namun kami paham cara berlaga yang mau kami perlihatkan. Klub itu tak krisis, cuma sukar menentukan momentum hasil positif, ” jelasnya meneruskan.

Pencapaian laga itu menjadikan AC Milan mendapatkan 3 hasil positif berturut-turut dalam seluruh turnamen semenjak membekuk Sassuolo dengan skor 4-1 di giornata sebelumnya.

Meski begitu, kemasukan 1 gol pun menjadikan AC Milan tidak bisa menyarangkan pencapaian cleansheet di dalam 7 laga mereka di turnamen Liga Italia kampanye musim ini.